BERITA

Detail Berita

SMKN 3 Bondowoso Integrasikan Program ASRI Presiden Prabowo dan SIKAP Khofifah Lewat Jumat TASBIH, Bangun Sekolah Sehat hingga Ketahanan Pangan

Selasa, 21 Juli 2026 08:06 WIB
1 |   -

Warga SMKN 3 Bondowoso mengikuti Jumat TASBIH melalui salat duha, kerja bakti, dan perawatan tanaman ketahanan pangan.

IjenIndonesia.com - SMKN 3 Bondowoso mengintegrasikan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dengan inovasi SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) gagasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui gerakan Jumat TASBIH (Taqwa, Sehat, Bersih, dan Harmoni).

Program tersebut dijalankan secara rutin sebagai upaya membangun budaya sekolah yang religius, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (17/7/2026) dan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah, apel pagi, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, kemudian ditutup dengan jalan santai untuk memperkuat kebersamaan antarsivitas sekolah.

Melalui konsep tersebut, SMKN 3 Bondowoso tidak hanya menjalankan program kebersihan lingkungan. Sekolah juga mengembangkan pembelajaran berbasis ketahanan pangan yang menjadi bagian dari implementasi inovasi SIKAP di lingkungan pendidikan.

Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan, mengatakan gerakan Jumat TASBIH menjadi sarana menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke dalam aktivitas nyata di sekolah.

"Melalui Jum'at TASBIH kami langsung mengimplementasikan dua program besar sekaligus, program ASRI Presiden Prabowo dan SIKAP ibu Gubernur,” ujar Daris 

Pantauan di lokasi menunjukkan seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Area sekolah dibersihkan, tanaman dirawat, sementara suasana gotong royong tampak mewarnai setiap rangkaian kegiatan.

Program ketahanan pangan juga menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut. Tanaman yang dibudidayakan di lingkungan sekolah direncanakan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan berbasis agribisnis bagi peserta didik.

Guru Produk Kreativitas dan Kewirausahaan (PKK) SMKN 3 Bondowoso, Dinda Novalia Virginia, menilai gerakan Jumat TASBIH membawa perubahan terhadap budaya sekolah, terutama dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan.

“Anak-anak sangat antusias saat merawat tanaman, kami juga mengajarkan mereka proses mengelola ketahanan pangan yang bisa bernilai ekonomis ke depannya” ujar Dinda senang.

Menurutnya, kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan sekolah terus meningkat. Mereka mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan ikut merawat tanaman karena merasa memiliki lingkungan sekolah.

Sinergi antara gerakan Jumat TASBIH, program ASRI, dan inovasi SIKAP menjadi salah satu upaya SMKN 3 Bondowoso dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi keahlian, tetapi juga membangun karakter religius, budaya hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan di lingkungan sekolah


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini