Bupati Apresiasi Konversi Sepeda Motor Listrik SMKN 3 Bondowoso, Rencanakan Motor Fosil Pemkab ke Listrik
Inovasi teknologi yang bersahabat dengan lingkungan kembali muncul dari tangan kreatif para siswa SMKN 3 Bondowoso. Langkah berani sekolah kejuruan ini dalam mengubah sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik mendapatkan pujian tinggi dari Bupati Bondowoso.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengaku terkagum-kagum atas ketepatan dan efisiensi hasil konversi yang dikerjakan oleh siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 3 Bondowoso sebagai bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di Bondowoso sudah mampu menghadapi tantangan teknologi masa depan dan isu energi terbarukan, Selasa (31/03/2026) di Pendopo Bupati Bondowoso.
"Siswa SMKN 3 Bondowoso ini telah beraksi mendukung negara agar pemerintah dapat mengurangi subsidi BBM, bukan hanya merakit, tetapi juga mengubah sistem penggerak yang rumit menjadi energi listrik yang bersih dan efisien," kata Bupati Hamid dengan bangga.
Selanjutnya, Bupati yang tampak juga mengendarai sepeda motor konversi berkeliling di sekitar pendopo itu menyatakan bahwa program konversi sepeda motor dari BBM menjadi motor listrik adalah bagian dari Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sesuai dengan amanah Perpres 79 Tahun 2023, sebagai usaha pemerintah untuk meng
urangi impor BBM dan menurunkan kompensasi/subsidi BBM di sektor transportasi.
Bupati juga mengamati potensi besar itu, sehingga Pemkab Bondowoso segera akan menyusun rencana strategis untuk memperluas penggunaan teknologi dengan bekerja sama dengan SMKN 3 Bondowoso dalam program konversi kendaraan dinas Pemkab.
"Saya telah menghubungi Pak Sekda agar segera memberikan motor operasional yang sudah tua di lingkungan Pemkab untuk diubah menjadi motor listrik di SMKN 3 Bondowoso," tegas Bupati.
Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan, menyatakan apresiasi terhadap tantangan itu. Dengan sarana bengkel yang cukup dan pengajar bersertifikat, SMKN 3 Bondowoso percaya diri dapat memenuhi kriteria keamanan dan kinerja yang diperlukan untuk kendaraan dinas.
"Motor yang telah diubah ini dapat melaju 60 hingga 70 kilometer per jam, sebanding cepat dengan motor BBM biasanya, daya baterainyapun sangat kuat" ujar Daris penuh semangat.
Program konversi ini ke depan akan semakin menakjubkan jika terus diperbanyak dan mendorong masyarakat umum di Bondowoso untuk mulai beralih ke energi bersih, menempatkan Bondowoso sebagai salah satu daerah yang proaktif dalam inovasi teknologi hijau di Jawa Timur.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini